Cara Memasarkan Kos Kosan Agar Cepat Laku

Sebagai seorang juragan kost Anda tentu selalu mencari cara agar kost cepat laku. Anda ingin agar semua kamar yang ada di kost cepat terisi. Mendapatkan penyewa tidak semudah membalikkan telapak tangan, oleh karena itu Anda perlu melakukan kegiatan pemasaran agar kost cepat penuh.

Perbedaan Pemasaran dan Promosi

Sebelum membahas mengenai cara memasarkan kos kosan agar cepat laku, kami perlu menyampaikan bahwa pemasaran tidak sama dengan promosi. Pemasaran atau yang juga dikenal dengan istilah marketing adalah proses komunikasi yang bertujuan untuk memberikan informasi berupa keunggulan dari produk atau jasa yang Anda tawarkan. Kegiatan pemasaran meliputi kegiatan perencanaan produk atau jasa, penetapan harga, mempromosikan dan penyaluran produk atau pelaksanaan layanan.

Jadi promosi adalah salah satu bagian dari pemasaran. Promosi dapat digambarkan sebagai kegiatan yang dilakukan untuk menawarkan produk atau jasa yang bertujuan untuk menarik calon konsumen agar mau membeli produk yang ditawarkan. Promosi berfokus pada penjualan produk atau jasa, sedangkan pemasaran berfokus pada brand image.

Baca artikel Tips Promosi Kos Kosan Agar Cepat Penuh

Dalam dunia pemasaran dikenal istilah marketing mix, yaitu sekumpulan variabel marketing yang digunakan untuk mencapai target penjualan. Marketing mix terdiri dari 7 bagian yang sering disingkat 7P, meliputi product, price, place, promotion, people, process, packaging.

Apabila Anda ingin kost cepat laku, maka Anda perlu menerapkan 7P tersebut dalam kegiatan pemasaran kost Anda. Berikut ini uraian lengkap mengenai 7P:

1. Product (Produk)

Produk dalam hal ini adalah kamar kost yang disertai dengan fasilitas dan layanan penunjang. Kamar kost yang ditawarkan sebaiknya sesuai dengan ekspektasi atau apa yang diharapkan oleh penyewa. Misalnya bila Anda menawarkan kost exclusive, maka kamar kost sebaiknya sudah dilengkapi dengan fasilitas perabot, kamar mandi dalam, AC dan wifi.

Selanjutnya Anda perlu memikirkan apa yang bisa membuat kost Anda lebih unggul dibanding kost yang lain, sehingga para penyewa betah tinggal di kost dan mereka dengan sukarela mau mempromosikan kost Anda. Keunggulan ini bisa berupa desain kost yang unik, fasilitas tambahan dan upgrade fasilitas. Berikut ini beberapa contoh yang bisa Anda terapkan:

  • Desain kost yang unik dan instagramable
  • Gratis air minum dan nasi putih
  • Gratis cuci setrika pakaian dan pembersihan kamar
  • Fasilitas gym dan kolam renang
  • Fasilitas lift, CCTV dan access card
  • Kamar mandi dalam yang dilengkapi dengan pemanas air
  • AC yang lebih dingin, misalnya kost pada umumnya menggunakan AC 1/2 PK, maka kamar kost Anda dilengkapi AC 1 PK
  • Akses internet yang lebih cepat, misalnya kecepatan internet di kost lain maksimal 20 Mbps, sedangkan di kost Anda kecepatan internet mencapai 100 Mbps

Baca artikel Strategi Merebut Hati Generasi Milenial

2. Price (Harga)

Harga yang dimaksud adalah berapa banyak uang yang harus dibayarkan oleh penyewa untuk menempati kamar kost dan menikmati fasilitas yang Anda tawarkan. Seseorang akan bersedia untuk menyewa kamar kost apabila ia merasa bahwa uang yang ia keluarkan sebanding dengan manfaat yang ia inginkan, atau dalam bahasa Inggris disebut worth it.

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan harga sewa kost:

  • Lokasi kost
  • Fasilitas dan layanan yang ditawarkan
  • Jangka waktu sewa kost (harian, bulanan, semester atau tahunan)
  • Harga kompetitor atau kost yang ada di area yang berdekatan

Baca artikel Cara Menentukan Harga Sewa Kost

3. Place (Lokasi)

Kesuksesan bisnis kost sangat ditentukan oleh pemilihan lokasi. Anda harus jeli dan hati-hati dalam memilih lokasi kost, karena salah memilih lokasi akan membuat kost kurang laku. Periksa apakah lokasi kost sudah sesuai dengan pangsa pasar yang Anda kehendaki, misalnya kost mahasiswa dekat dengan kampus dan kost karyawan dekat dengan perkantoran. Lokasi kost juga harus mudah dijangkau dengan kendaraan serta dekat dengan tempat makan dan minimarket.

Baca artikel 9 Tips Membeli Rumah Kost yang Menguntungkan

4. Promotion (Promosi)

Unsur keempat dari pemasaran kost adalah promosi. Promosi adalah upaya persuasif yang berupa bujukan atau dorongan agar seseorang mau menyewa kost yang Anda tawarkan. Promosi kost terdiri dari 3 bagian, yaitu periklanan (advertising), tenaga penjualan (salesperson) dan humas (public relation). Setiap saluran promosi memiliki fungsi dan tujuannya masing-masing.

a. Periklanan (advertising)

Periklanan merupakan bentuk promosi yang disebarluaskan melalui berbagai media seperti koran, majalah, radio, televisi dan internet. Kami sarankan untuk mempromosikan kost melalui internet. Selain murah, memasang iklan di internet juga sangat efektif karena sesuai dengan pangsa pasar bisnis kost yaitu kaum milenial. Salah satu website yang dapat Anda manfaatkan untuk mempromosikan kost adalah SewaKost.com.

b. Tenaga penjualan (salesperson)

Tenaga penjualan adalah orang yang dihubungi oleh calon penyewa setelah melihat iklan. Calon penyewa akan menghubungi nomor telepon yang tercantum di iklan atau langsung datang ke alamat kost. Tenaga penjualan tersebut bisa jadi pemilik kost maupun karyawan yang ditugaskan, misalnya marketing, customer service atau resepsionis, namun hal yang umum terjadi di Indonesia adalah calon penyewa dilayani oleh pembantu / asisten rumah kost.

c. Humas (public relation)

Saluran promosi yang ketiga adalah humas atau public relation. Fungsi humas adalah untuk menjaga nama baik dari sebuah rumah kost. Humas bertugas untuk melayani keluhan penyewa dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pihak masyarakat mengenai keadaan di rumah kost. Lagi-lagi tenaga humas biasanya dirangkap oleh asisten rumah kost.

5. People (Sumber Daya Manusia)

Sumber daya manusia dalam bisnis kost sebenarnya sangat penting, namun sering dianggap remeh. Pada umumnya pengelolaan kost dipercayakan kepada seorang pembantu / asisten rumah kost dan suaminya yang bertugas untuk menjaga keamanan di kost sekaligus melakukan pemeliharaan seperti mengecat tembok, memperbaiki kran air dan mengganti lampu.

Seperti yang telah kami uraikan pada bagian promosi, sebenarnya tugas dari asisten rumah tangga dan suaminya tersebut lebih dari sekedar bersih-bersih dan menjaga keamanan. Mereka juga berperan sebagai salesperson / tenaga penjualan yang menentukan apakah seseorang akan menyewa kost Anda atau tidak.

Terkadang mereka juga berperan sebagai humas. Tentu Anda tidak ingin mereka memberikan jawaban yang keliru apabila terjadi keluhan dari penyewa maupun kejadian-kejadian yang diliput oleh media massa seperti kejahatan yang terjadi di kost atau wawancara kepada penyewa kost yang berprestasi. Oleh karena itu Anda harus membekali mereka dengan pengetahuan dan kemampuan komunikasi yang memadai, serta memperhatikan kesejahteraan mereka sehingga mereka akan loyal dan mampu melayani penyewa dengan baik.

6. Process (Proses)

Proses dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang mampu mengubah sebuah bangunan rumah biasa menjadi sebuah rumah kost yang nyaman dan mampu membuat penyewanya betah tinggal di rumah kost tersebut. Semua orang harus dilibatkan dalam proses ini, mulai dari Anda sebagai pemilik kost, asisten rumah kost, hingga para penyewa kost.

Proses ini bisa berupa rutinitas, seperti kegiatan bersih-bersih yang dilakukan oleh asisten rumah kost, kepatuhan terhadap tata tertib atau peraturan di kost, hingga ikatan emosional antara pemilik kost, asisten rumah kost dan penyewa kost sehingga tercipta suasana kekeluargaan di dalam rumah kost.

7. Packaging (Kemasan)

Kemasan berkaitan erat dengan visual atau penampilan kost Anda. Ingatlah bahwa kesan pertama sangat menentukan apakah seseorang mau menyewa kost Anda atau tidak. Apakah Anda rutin melakukan pemeliharaan, seperti mengecat tembok yang kusam, memperbaiki atap yang bocor, serta mengganti perabot dan alat elektronik yang sudah tidak layak?

Kemasan juga mengacu pada orang-orang yang ada di dalam rumah kost, baik asisten rumah kost maupun para penyewa kost. Hal ini meliputi cara berpakaian dan cara mereka berinteraksi dengan tamu atau calon penyewa. Misalnya kesan yang ditimbulkan dari kost yang dihuni oleh wanita yang mengenakan hijab dan berbicara dengan sopan tentu akan berbeda dengan kost yang dihuni oleh wanita yang berpakaian minim dan berbicara dengan kata-kata kasar.

Setelah mempelajari mengenai 7P dalam memasarkan kost, tentu Anda telah memahami bahwa kegiatan memasarkan kos kosan tidak hanya sekedar pasang iklan, namun melibatkan serangkaian kegiatan, mulai dari pemilihan lokasi hingga cara berinteraksi para penyewa. Dengan menerapkan cara-cara di atas, kami harap kost Anda lebih cepat laku dan bisa berkembang menjadi lebih banyak rumah kost.

Rekomendasi Artikel Lain tentang Promosi Kost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *