Mau Sukses Bisnis Kos kosan? Hindari Kesalahan Fatal Ini!

Banyak orang yang mengatakan bahwa bisnis kos kosan adalah bisnis yang 4D alias Duduk Diam Duit Datang. Bisnis kost memang tergolong dalam bisnis yang santai dan sangat mudah untuk dikerjakan. Kerepotannya hanya di awal, setelah itu Anda hanya perlu mengontrol dan menerima uang sewa kost setiap bulan.

Meskipun terlihat mudah, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar usaha kost yang Anda tekuni tidak mengalami kerugian. Berikut ini beberapa kesalahan yang harus dihindari dalam menjalankan bisnis kos kosan:

1. Salah memilih lokasi

Faktor terpenting dalam menjalankan bisnis kos kosan adalah pemilihan lokasi yang tepat. Anda tentu pernah mendengar pepatah “ada gula ada semut.” Anak kost bisa diibaratkan sebagai semut dan tempat-tempat yang paling sering mereka kunjungi adalah gula. Apabila Anda ingin memiliki bisnis kos kosan yang sukses, pilihlah lokasi yang dekat dengan gula tersebut, seperti kampus, perkantoran atau rumah sakit.

Pastikan rumah kost yang ingin Anda bangun mudah dijangkau dengan menggunakan kendaraan umum dan pribadi, serta di sekitar kost tersedia cukup banyak ATM, minimarket dan rumah makan untuk memudahkan aktifitas anak kost. Sebenarnya ada satu cara yang sangat mudah untuk dilakukan apabila Anda ingin mengetahui apakah suatu area memiliki prospek yang bagus untuk membangun kos kosan. Cara tersebut adalah dengan memperhatikan apakah di daerah sekitar rumah kost ada minimarket waralaba seperti Alfamart dan Indomaret, apalagi bila posisi kedua minimarket tersebut berdampingan, yakinlah bahwa di daerah tersebut sangat prospektif untuk membangun bisnisĀ  kos kosan.

2. Salah menentukan harga sewa kost

Selain lokasi, faktor lain yang menentukan keberlangsungan suatu bisnis kos kosan adalah harga sewa. Harga sewa yang terlalu tinggi akan menyebabkan kost kurang diminati oleh penyewa, sedangkan harga sewa yang terlalu rendah akan menyebabkan keuntungan yang diperoleh berkurang, bahkan bisa berpotensi menimbulkan kerugian. Sebelum mematok harga sewa kost, ada baiknya bila Anda menghitung biaya-biaya yang harus dikeluarkan dalam menjalankan rumah kost seperti gaji karyawan, listrik, air, internet dan TV kabel.

Selain menghitung komponen biaya, jangan lupa untuk melakukan perbandingan dengan harga kost di sekitar Anda. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan harga sewa kost yang Anda tawarkan tidak terpaut jauh dengan harga sewa kost di sekitar Anda. Anda dapat mencari informasi mengenai fasilitas dan harga yang ditawarkan oleh kost di lingkungan Anda dengan memanfaatkan internet (baca artikel Tips Menentukan Harga Sewa Kost yang Tepat).

3. Tidak memperhatikan perawatan rumah kost

Cukup banyak pemilik kost yang menganggap remeh perawatan rumah kost. Mereka menganggap investasi dalam bisnis rumah kost hanya perlu dilakukan di awal, setelah itu tinggal menerima hasil dari investasi tersebut. Mereka lupa bahwa rumah kost adalah sebuah bangunan yang bisa lapuk dimakan cuaca, terlebih rumah tersebut disewakan kepada orang lain yang belum tentu mampu merawat rumah tersebut. Padahal kondisi bangunan rumah kost sangat menentukan minat anak kost untuk menyewa rumah kost tersebut. Rumah kost yang kurang terawat lama kelamaan akan ditinggalkan oleh anak kost.

Jangan lupa untuk menyisihkan keuntungan dari uang sewa yang digunakan untuk merawat dan melakukan renovasi pada rumah kost secara berkala. Kerusakan-kerusakan kecil seperti bola lampu yang padam, kran yang bocor atau AC yang tidak dingin harus segera diperbaiki agar anak kost merasa betah tinggal di rumah kost. Sebaiknya Anda juga melakukan renovasi secara berkala seperti mengecat dinding sehingga rumah kost selalu terlihat baru. Agar tidak mengganggu kenyamanan anak kost, renovasi sebaiknya dilakukan pada musim liburan, yaitu ketika anak kost pulang ke kampung halaman mereka.

4. Tidak mendengarkan keluhan anak kost

Bisnis kos kosan mirip dengan bisnis hotel, dimana keramahan terhadap tamu sangat penting. Pengelola kost harus ramah dalam melayani anak kost, sehingga mereka betah untuk tinggal di kosan. Apabila mereka puas, tentu mereka akan merekomendasikan kost Anda kepada teman atau saudara mereka. Bukankah ini adalah salah satu cara untuk mempromosikan kost secara gratis?

Tinggalkan persepsi bahwa bapak atau ibu kost harus galak, tapi bangunlah komunikasi yang baik dengan anak kost serta dengarkan setiap kritik dan saran yang mereka sampaikan. Untuk memudahkan komunikasi dengan anak kost, sebaiknya Anda rutin mengunjungi rumah kost dan menyediakan saluran komunikasi yang mudah dihubungi oleh mereka. Kedekatan yang dibangun dengan anak kost akan menyebabkan mereka menjadi sungkan untuk keluar dari kost serta merasa lebih sayang dan mau merawat rumah kost Anda.

5. Tidak membuat peraturan kost

Peraturan kost terlihat sepele namun sebenarnya sangat penting. Peraturan kost diperlukan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para penghuni kost. Selain itu peraturan kost juga perlu dibuat untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti anak kost yang tidak membayar uang sewa, perusakan fasilitas kost dan penggunaan kamar kost untuk perbuatan yang melanggar hukum.

Peraturan kost sebaiknya dibuat secara tertulis dan ditandatangani oleh anak kost pada saat mulai menyewa kamar. Secara umum peraturan kost berisi hak dan kewajiban serta larangan bagi anak kost, seperti pembayaran uang sewa, kewajiban untuk merawat fasilitas kost dan larangan-larangan terhadap perbuatan yang melanggar hukum dan kesusilaan. Selain menandatangani peraturan kost di atas kertas bermeterai, anak kost juga harus melampirkan fotokopi KTP. Kehadiran anak kost juga sebaiknya dilaporkan kepada pihak RT/RW agar mereka dapat turut mengawasi anak kost dan membantu apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

6. Tidak menyediakan dana cadangan

Yang namanya bisnis pasti ada pasang surutnya. Bisnis kost paling ramai saat penerimaan mahasiswa baru. Segala macam kost, dari yang sederhana hingga mewah pasti penuh. Seiring dengan masa perkuliahan, para anak kost akan saling bertukar informasi mengenai pengalaman tinggal di kostnya masing-masing. Beberapa di antara mereka bisa jadi memutuskan untuk pindah kost karena tergiur dengan harga yang lebih murah, fasilitas yang lebih lengkap atau lokasi kost yang lebih dekat dengan kampus.

Apabila ada anak kost yang keluar, tentu akan mengurangi pemasukan Anda, sementara biaya-biaya utilitas dan gaji karyawan terus berjalan. Di saat seperti inilah Anda perlu menyediakan dana cadangan agar usaha kost Anda bisa terus berjalan. Dana cadangan juga perlu disediakan untuk membiayai pengeluaran yang tidak terduga seperti peralatan elektronik yang tiba-tiba mengalami kerusakan.

7. Tidak melakukan promosi

Cara yang paling umum dilakukan oleh para pemilik kost dalam memperkenalkan kost mereka adalah dengan memasang papan Terima Kost. Cara ini sebenarnya bagus, tapi kurang efektif karena yang melihat papan tersebut hanya orang-orang yang lewat di depan rumah kost Anda. Papan terima kost sebenarnya lebih bersifat informasi, bukan promosi.

Agar kost lebih cepat penuh, Anda harus mempromosikan usaha kos kosan Anda ke calon pelanggan yang tepat. Pada umumnya anak kost berasal dari luar kota, sehingga mereka mencari informasi kost melalui internet. Jadi cara yang paling tepat untuk mempromosikan kost adalah dengan memasang iklan di internet. Anda dapat mempromosikan kost Anda melalui media sosial seperti Facebook, Instagram dan Twitter. Selain melalui media sosial, Anda juga dapat memasang iklan di website direktori khusus kos kosan seperti SewaKost.com. Dengan memasang iklan di internet, iklan Anda mampu menjangkau para pencari kost yang berada di luar kota.

Demikianlah beberapa kesalahan fatal yang harus dihindari apabila Anda ingin sukses bisnis kos kosan. Semoga rumah kost Anda cepat penuh dan usaha kost Anda mampu berkembang dengan pesat.

Leave a Reply

Mau kost lebih cepat penuh? Promosikan kost Anda diSewaKost.com