Mau kost lebih cepat penuh? Promosikan kost Anda di SewaKost.com

Membuat dan Menerapkan Peraturan Kost

Salah satu tantangan yang sering dihadapi oleh para pengusaha kost adalah adanya penyewa kost yang bandel dan susah diatur. Kebandelan tersebut bisa berupa menunggak pembayaran uang sewa kost, membuat keributan dengan penyewa kost lainnya, merusak fasilitas kost hingga menggunakan kamar kost untuk perbuatan yang melanggar hukum. Hal ini tentu sangat merugikan pengelola kost dan membuat penyewa kost lainnya menjadi tidak betah, oleh karena itu pengelola kost perlu menyusun tata tertib atau peraturan kost yang bertujuan untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan di dalam rumah kost.

Isi Peraturan Kost

Peraturan atau tata tertib kost sebaiknya dibuat singkat dan jelas sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh penyewa kost. Berikut ini beberapa hal yang sebaiknya dicantumkan dalam peraturan kost:

Ketentuan Administratif

Hal pertama yang sebaiknya dicantumkan dalam peraturan kost adalah kewajiban penyewa kost untuk menyerahkan fotocopy KTP dan mengisi data pribadi seperti nama lengkap, alamat sesuai KTP, nomor telepon penyewa kost dan nomor telepon orang tua atau wali yang bisa dihubungi apabila terjadi keadaan darurat. Pencatatan identitas penyewa kost umumnya diwajibkan oleh RT/RW setempat. Hal ini juga perlu dilakukan agar pengelola kost bisa lebih mengenal calon penyewa dan berguna apabila suatu saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti penyewa menunggak pembayaran uang sewa, sakit parah atau terlibat pelanggaran hukum.

Pembayaran Sewa Kost

Ketentuan mengenai pembayaran uang sewa kost sebaiknya diatur dalam peraturan kost. Hal ini berguna untuk menjamin kelancaran pembayaran uang sewa kost setiap bulan. Ketentuan ini sekurangnya berisi aturan mengenai tanggal jatuh tempo dan cara pembayaran (secara tunai atau melalui transfer ke nomor rekening yang telah ditentukan). Bagian pembayaran juga dapat mengatur mengenai tarif sewa kost, uang deposit, denda keterlambatan dan biaya tambahan

Menerima Tamu dan Jam Malam

Sebagai bangsa yang menganut budaya timur, tentu ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menerima tamu. Beberapa ketentuan mengenai menerima tamu yang perlu dicantumkan dalam peraturan kost antara lain:

  • Tempat menerima tamu. Pada umumnya menerima tamu dilakukan di ruang tamu atau teras.
  • Teman lawan jenis dilarang masuk ke kamar. Misalnya pada kost putri teman pria dilarang masuk ke kamar, demikian pula pada kost putra teman wanita dilarang masuk ke dalam kamar.
  • Batas waktu menerima tamu. Menerima tamu perlu dibatasi hingga waktu tertentu, misalnya hanya hingga jam 21:00 atau jam 22:00. Hal ini bertujuan untuk menjaga ketenangan pada waktu istirahat.
  • Tamu dilarang menginap. Larangan ini bertujuan untuk menjaga ketenangan di kost dan mencegah terjadinya perbuatan asusila, namun ada beberapa kost yang lebih fleksibel dalam menerapkan aturan ini dengan mengizinkan orang tua atau saudara kandung untuk menginap, baik dengan tambahan biaya maupun gratis.
  • Jam malam. Beberapa kost menerapkan jam malam dimana pada jam-jam tertentu pagar dan pintu utama dikunci, namun kebijakan ini kurang disukai oleh para penyewa kost. Mereka lebih suka kost bebas yang memberikan kunci pagar dan kunci pintu utama kepada anak kost. Kebebasan ini juga harus disertai dengan kewajiban bagi penyewa kost yang pulang larut untuk menjaga ketenangan pada jam istirahat.

Hak Penyewa Kost

Apabila diperlukan, peraturan kost juga dapat mencantumkan hak penyewa kost. Umumnya hak penyewa kost berisi uraian mengenai fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh penyewa kost baik berupa benda maupun layanan. Fasilitas berupa benda seperti perabot, TV, AC, pemanas air, dan halaman parkir, sedangkan fasilitas yang berupa layanan bisa meliputi layanan pembersihan kamar, laundry dan antar jemput.

Himbauan dan Larangan

Memperbaiki fasilitas kost yang rusak serta tagihan listrik dan air yang membengkak merupakan hal yang paling dihindari oleh para pengusaha kost. Kerusakan fasilitas kost dapat dihindari melalui penggunaan yang wajar dan melakukan perawatan terhadap fasilitas kost, sedangkan tagihan yang membengkak dapat dicegah dengan cara menggunakan listrik dan air seperlunya. Hal ini dapat dituangkan ke dalam tata tertib kost atau berupa himbauan yang ditempelkan di dinding. Berikut ini beberapa himbauan terkait penggunaan fasilitas kost:

  • Himbauan untuk menghemat air dengan menutup keran setelah selesai menggunakan air.
  • Himbauan untuk menghemat listrik dengan cara mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak digunakan, terutama saat akan meninggalkan kost.
  • Himbauan untuk menjaga fasilitas kost dengan baik, apabila ada fasilitas atau bagian dari kamar kost yang rusak harap segera menghubungi pengelola kost.
  • Himbauan untuk menjaga ketenangan di dalam kost
  • Himbauan untuk mengunci kamar apabila meninggalkan kost

Pengelola kost juga perlu melarang aktivitas atau kegiatan yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan penyewa kost serta melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Berikut ini beberapa larangan yang perlu dicantumkan di tata tertib kost

  • Larangan menggunakan alat elektronik yang menggunakan daya besar seperti kompor listrik dan kulkas tanpa izin pengelola kost
  • Larangan membawa hewan peliharaan (apabila dipandang perlu)
  • Larangan merokok (apabila dipandang perlu)
  • Larangan berjudi dan melakukan perbuatan asusila
  • Larangan mengkonsumsi minuman beralkohol dan narkoba
  • Larangan menyimpan senjata api, bahan peledak dan barang-barang yang mudah terbakar di dalam kamar kost

Pembebasan Tanggung Jawab

Bagian pembebasan tanggung jawab menjelaskan bahwa setiap penyewa kost bertanggung jawab atas keamanan barang miliknya masing-masing dan pengelola kost tidak bertanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan yang terjadi terhadap barang milik penyewa kost. Hal ini bertujuan untuk membebaskan pengelola kost dari kewajiban untuk mengganti kerugian apabila terjadi kehilangan atau kerusakan barang milik penyewa kost baik yang terjadi karena tindakan kejahatan maupun karena bencana alam.

Sanksi

Untuk menjamin terlaksananya peraturan kost, maka perlu diberlakukan sanksi terhadap segala bentuk pelanggaran. Sanksi bisa dilakukan dalam bentuk teguran lisan dan apabila peraturan masih tetap dilanggar maka pengelola kost berhak untuk mengeluarkan penyewa dari rumah kost.

Perubahan

Terkadang Anda perlu melakukan perubahan terhadap peraturan kost, misalnya apabila harga sewa kost naik atau ada hal-hal tertentu yang dipandang perlu untuk diatur dalam tata tertib kost. Perubahan terhadap peraturan kost yang bersifat penting sebaiknya disampaikan secara tertulis kepada penyewa kost, sedangkan perubahan peraturan kost yang tidak terlalu penting dapat disampaikan dalam bentuk pengumuman yang ditempelkan di dinding.

Tips Menerapkan Peraturan Kost

Peraturan kost sebaiknya dibuat tertulis sebagai kontrak yang ditandatangani oleh penyewa kost pada saat mulai menyewa kamar. Hal ini bertujuan agar penyewa kost membaca dan memahami setiap peraturan kost. Kontrak yang sudah ditandatangani tersebut juga menjadi dasar atau pegangan bagi pengelola kost untuk memberlakukan sanksi apabila penyewa melanggar peraturan kost.

Selain dalam bentuk kontrak yang ditandatangani, peraturan kost juga sebaiknya dicetak dan ditempelkan di tempat yang mudah dilihat. Peraturan kost bisa dicetak dalam dua bentuk, yang pertama adalah tata tertib kost, yaitu ringkasan peraturan kost yang dibuat dalam poin-poin. Tata tertib kost sebaiknya ditempelkan di ruang tamu. Bentuk peraturan kost yang kedua adalah larangan dan himbauan yang bisa ditempelkan di area yang berhubungan dengan peraturan tersebut. Misalnya himbauan untuk menghemat listrik bisa ditempelkan di dekat saklar lampu, himbauan untuk menghemat air bisa ditempelkan di kamar mandi dan larangan membuang sampah sembarangan bisa ditempelkan di dapur.

Pengelola kost dalam menerapkan peraturan kost harus lebih memperhatikan sisi humanis ketimbang memberlakukan peraturan secara kaku. Penerapan peraturan kost harus fleksibel menyesuaikan keadaan, pada kondisi tertentu pengelola kost bisa memberikan dispensasi, misalnya anak kost yang sakit keras dan orang tua atau saudaranya harus menginap di kost untuk merawatnya.

Bapak dan ibu kost yang terlalu galak akan membuat penyewa kost menjadi tidak betah untuk tinggal di rumah kost, sehingga dalam menyampaikan teguran jangan sampai menyinggung perasaan penyewa kost. Teguran sebaiknya disampaikan secara empat mata dan lebih bersifat menasehati, namun apabila terjadi pelanggaran serius seperti narkoba atau anak kost tetap membandel setelah berulang kali ditegur, maka pengelola kost harus tegas, bahkan bisa meminta bantuan pihak yang berwajib seperti pengurus RT/RW dan kepolisian.


1 thought on “Membuat dan Menerapkan Peraturan Kost”

Leave a Comment